Konsultasi Gratis
Home > Blog > Marketing > Kenali Growth Marketing & Kembangkan Bisnis Lebih Cepat

Kenali Growth Marketing & Kembangkan Bisnis Lebih Cepat

May 18, 2024  •    •  Rista Fathika Anggrela

Ingin mengembangkan bisnis dengan cepat di Indonesia? Saat ini banyak perusahaan yang menggunakan strategi pemasaran growth marketing. Strategi ini terbukti mampu menjadikan konsumen menjadi pelanggan yang loyal. Inilah alasan banyak perusahaan makin tertarik menggunakannya. Sebenarnya apa itu growth marketing dan apa bedanya dengan strategi pemasaran yang lainnya? Temukan jawabannya di sini.

Apa Itu Growth Marketing?

Growth marketing adalah strategi pemasaran yang memadukan performance marketing dengan strategi brand marketing. Bila dilakukan dengan tepat, bisnis kita akan mendapat pelanggan yang sesuai dengan kriteria bisnis. Karena itu, pada umumnya konsumennya bukan hanya yang sekali beli produk atau jasa. Melainkan menjadi pelanggan loyal.

Tim pemasaran bertugas merancang strategi dan melakukan uji coba agar mendapatkan pelanggan yang sesuai dengan target. Bisa dikatakan, growth marketing strategy adalah pemasaran yang lebih fokus pada data pemasaran, dan tidak terlalu menekankan pada kreativitas. Tujuan dilakukan uji coba adalah untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis.

Dalam uji coba, seorang growth marketer bukan tidak mungkin gagal. Bahkan untuk memasarkan satu produk mungkin saja gagal hingga beberapa kali. Meski begitu, growth marketer diharapkan punya solusi lain atau rencana cadangan yang lebih baik untuk mengatasi kegagalannya. Lalu apa saja tanggung jawab dari growth marketer?

Tanggung Jawab Growth Marketer

tanggung jawab growth marketer

Jika sebuah perusahaan menggunakan strategi pemasaran growth marketing, maka tim pemasarannya akan disebut sebagai growth marketer. Pada dasarnya tanggung jawab mereka terbagi menjadi 4. Berikut ini tugas lengkapnya:

1. Customer Research

Tujuan Growth marketing lebih ke mencari pelanggan yang sesuai dengan target produk atau brand perusahaan. Karena itu, tugas utama growth marketer adalah melakukan riset untuk mengetahui berbagai info akan kebutuhan konsumennya. Saat ini, riset bisa dilakukan di berbagai platform yang ada di internet. Misalnya di situs resmi perusahaan atau di media sosial perusahaan. Bisa juga di forum komunitas yang sesuai target pasar.

Akan lebih baik lagi kalau bisa berinteraksi langsung dengan pelanggan via telepon. Cara lain yang dianggap lebih praktis adalah via e-mail. Dengan kedua cara ini, perusahaan bisa mendapat info yang lebih mendalam, dibandingkan hanya berinteraksi di media sosial.

Riset terhadap konsumen ini dilakukan growth marketer setiap harinya. Mereka akan mengecek keinginan dan kebutuhan konsumen menjadi aktivitas harian. Aspirasi konsumen yang datang dari berbagai platform harus disaring sebanyak-banyaknya. Info ini dapat digunakan untuk melakukan perkembangan atau perbaikan produk ke depannya. Atau untuk mengubah strategi promosi dengan yang lebih tepat.

2. Brand Marketing

Selanjutnya, jika produk akan diluncurkan maka tugas growth marketer adalah meningkatkan brand awareness. Utamanya pada target pasar yang sesuai dengan brand. Caranya beragam, tidak hanya harus memilih salah satu saja. Growth marketer dapat menggunakan berbagai platform sekaligus.

Misalnya growth marketer bisa mengajak influencer untuk bekerja sama dan memasarkan brand mereka di akun media sosial influencer. Tentu harus menyeleksi influencer yang sesuai dengan produk yang ditawarkan. Bisa juga dengan cara bekerja sama dengan event tertentu sebagai sponsor. Cara lainnya adalah guest blogging dan video marketing.

Kalau brand awareness sudah diusahakan tapi ternyata banyak target pasar yang belum mengetahui keberadaan brand, maka growth marketer bisa juga menjalankan strategi yang baru. Misalnya memberikan potongan harga di platform tertentu. Biasanya cara ini akan lebih menarik perhatian pelanggan, karena bisa membeli harga lebih rendah dari harga normal.

3. Menganalisis dan Melaporkan Data

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, strategi growth marketing lebih fokus pada data pasar dibandingkan dengan kreativitas. Jadi growth marketer bertugas untuk selalu mengumpulkan data, mempelajari, mengolah, dan kemudian melaporkannya.

Data yang diolah oleh growth marketer pun bentuknya beragam. Mulai dari informasi pemasaran kuantitatif, data automasi marketing, backend products, hingga Customer Relationship Management (CRM). Growth marketer tak boleh lengah menganalisis data pasar semacam ini, karena tiap detail dapat digunakan untuk memperbaiki pemasaran selanjutnya.

Data harus diolah menjadi hipotesis yang lebih mudah dimengerti orang lain. Biasanya data akan diubah jadi bentuk visual yang ringkas sekaligus menarik. Misalnya dalam bentuk slide show yang jelas dan tidak berbelit-belit.

4. Marketing Automation

Agar brand dan produk bisa dipasarkan dengan optimal, growth marketer bertugas menggunakan marketing automation yang sangat relevan dengan jaman serba digital seperti sekarang. Marketing automation adalah pemasaran dengan cara yang lebih simpel, efektif dan efisien lewat platform digital. Cara ini mampu membantu perusahaan secara otomatis menargetkan pelanggan yang tepat.

Platform yang digunakan sangat beragam. Di antaranya melalui pesan otomatis yang ada di e-mail, situs perusahaan, ataupun media sosial. Marketing automation bekerja dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber. Data kemudian diolah secara otomatis sesuai segmen yang diincar brand. Jadi pesan akan disampaikan ke target yang lebih terfokus.

[cboxarea id="cbox-WyHApVz9AIsYzgeB"]

Apa yang Membedakan Strategi Growth Marketing?

Lalu apa yang membuat growth marketing strategy berbeda dengan strategi pemasaran lainnya? Mari bandingkan dengan salah satu jenis strategi marketing yang ada yaitu traditional marketing. Berikut ini adalah perbedaan antara keduanya.

Traditional Marketing VS Growth Marketing

Strategi pemasaran tradisional umumnya dilakukan tanpa fokus yang benar-benar jelas. Tidak mengarah pada target pasar yang pasti, tapi kepada siapa saja yang mungkin akan jadi pelanggan. Ini adalah salah satu alasan kenapa strategi pemasaran tradisional mungkin akan menghabiskan anggaran perusahaan yang lebih banyak. Sedangkan growth marketing sejak awal sudah memiliki riset konsumen, jadi sudah pasti targetnya lebih fokus dan terarah.

Tapi, bukan berarti traditional marketing itu tidak baik. Tentu ada juga manfaatnya. Di antaranya adalah mengarahkan traffic untuk mengunjungi situs perusahaan. Selain itu, traditional marketing pastinya mampu sedikit banyak meningkatkan brand awareness. Hanya saja, biasanya hasilnya hanya berhenti sampai di sini. Tentu berbeda kalau perusahaan menerapkan growth marketing.

Dengan strategi growth marketing, pasar yang ditargetkan lebih fokus. Hubungan yang terjalin dengan pelanggan pun lebih dekat. Sehingga brand dapat lebih menarik pelanggan. Lebih jauh lagi, strategi growth marketing juga mampu melibatkan dan mempertahankan pelanggan menjadi loyal. Akhirnya, pengguna tetap produk pun dapat menjadi marketing funnel.

Kalau pelanggan brand atau produk sudah menjadi marketing funnel, maka akan lebih memudahkan perusahaan untuk berpromosi. Pelangganlah yang secara tidak langsung akan mempromosikan produk yang digunakannya kepada orang-orang di sekitarnya. Dari sana, brand dapat memiliki pelanggan baru. Kalau sudah sampai di tahap ini, artinya growth marketing berhasil.

Tertarik untuk menerapkan growth marketing sebagai pemasaran brand Anda? Atau masih kebingungan bagaimana cara menerapkan growth marketing strategy?

Jangan khawatir! Biarkan Pipeline Marketing Teknologi menjadi mitra Anda dalam merencanakan dan mewujudkan pertumbuhan yang signifikan. Kami adalah agensi growth marketing yang siap membantu Anda menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Dengan berbagai layanan dan keahlian kami, percayakanlah perjalanan pertumbuhan bisnis Anda kepada kami. Jadilah bagian dari kesuksesan yang kami bantu ciptakan!

Masih bingung untuk memulai? Coba konsultasi bersama kami sekarang, GRATIS!

In God, We Trust.
In Data, We Plan.

We use our data-driven approach to analyze and predict your user’s needs, wants and future behavior. This insight helps us plan and execute personalized marketing strategies for the highest possible ROI for your business.
Free Consultation
PT Pipeline Marketing Teknologi
Centennial Tower 29th Fl. Unit D-F,
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 24-25, Jakarta 12930
Pipeline adalah agensi digital marketing B2B di Jakarta yang menggunakan lead management dengan memprioritaskan data, teknologi, dan pengukuran dalam setiap aktivitas pemasaran, sehingga perusahaan dapat melakukan perbaikan yang berkelanjutan yang mengarah pada pertumbuhan bisnis yang signifikan.
Copyright © Pipeline 2024. All Rights Reserved.
crossmenuchevron-down