Free Consultation

8 Strategi Growth Hacking untuk Membangun Startup

Agustus 26, 2022  •    •  Rista Fathika Anggrela

Growth hacking jadi istilah yang beken di tengah industri startup. Pertama kali digunakan di tahun 2010, penggunaan istilah ini makin marak karena terbukti strategi growth hacking mampu mengembangkan bisnis baru. Bahkan adanya strategi ini juga menjadi penyebab maraknya startup baru yang selalu muncul dari tahun ke tahun. Sebenarnya seperti apa cara menerapkan growth hacking?

8 Strategi Growth Hacking untuk Membangun Startup

Growth hacking adalah strategi pemasaran yang memadukan data, marketing dan teknologi. Growth hacking sangat fokus pada konsumen. Mulai dari kebutuhan konsumen, aspirasinya, hingga tingkat kepuasan terhadap produk mereka. Tujuan growth hacking adalah untuk mendapat konsumen baru sekaligus mempertahankan konsumen lama, sehingga dengan sendirinya perusahaan pun berkembang.

Berikut ini 8 strategi growth hacking yang dapat dicoba untuk membangun startup:

1. Kembangkan Marketing Afiliasi

Growth hacking strategy yang pertama adalah marketing afiliasi atau referral. Ini merupakan pemasaran dengan menggunakan rekomendasi dari konsumen satu ke calon konsumen lainnya. Cara ini efektif karena pada umumnya orang cenderung mengikuti rekomendasi dari teman, kolega dan keluarga yang sudah punya pengalaman menggunakan barang atau jasa tertentu.

Dibandingkan membeli barang karena melihat iklan, marketing afiliasi sering kali lebih efektif. Strategi ini juga tidak membutuhkan budget yang tinggi, sehingga sangat cocok diaplikasikan oleh startup. Lewat marketing afiliasi, tak sedikit konsumen baru yang akhirnya menjadi pelanggan tetap.

2. Hadir di Acara Komunitas

Karena merupakan bisnis baru, tentu saja startup harus memperbanyak jaringan seluas-luasnya. Jadi menghadiri acara komunitas itu wajib. Dari acara semacam ini, tidak perlu membuat deal atau transaksi penjualan. Jadikan ini kesempatan untuk membangun hubungan dalam jangka panjang. Suatu saat, mungkin saja bisnis startup kita akan membutuhkan bantuan dari bisnis yang lain.

Dengan hadir di acara komunitas, para pebisnis pemula dapat belajar dari yang lebih berpengalaman, begitu pula sebaliknya. Ada pengalaman baik yang dapat kita coba terapkan ke bisnis kita dan ada pengalaman buruk yang harus diwaspadai.

Lewat acara komunitas, pastinya para pebisnis startup dapat mempromosikan bisnis ke audiens yang lebih luas. Ini adalah kesempatan untuk brand awareness. Setidaknya, kita membuat nama bisnis kita terdengar di komunitas.

3. Buat Website Unggulan

Saat ini hampir semua usaha pasti punya website. Bahkan website merupakan salah satu cara untuk mengecek apakah sebuah bisnis itu terpercaya atau tidak. Kalau tampilan website kekinian dan mudah digunakan bagi pengunjung baru, pasti akan meninggalkan kesan positif. Pemilihan layout dan warna juga sangat penting agar sesuai dengan identitas brand.

Membuat website kini sangat mudah dengan banyaknya tutorial membuat website gratis yang cocok untuk startup dengan budget minim. Sementara bagi startup yang punya budget cukup, bisa meminta bantuan web designer agar hasilnya lebih optimal.

4. Bangun Komunitas di Media Sosial

Berikutnya, cara growth hacking strategy adalah adalah membangun komunitas di media sosial. Salah satu gol growth hacking adalah untuk mendapat konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada. Karena itu, perlu dibangun hubungan baik antara perusahaan dengan konsumen.

Di tengah era digital seperti sekarang, cara yang paling mudah dan efektif untuk membangun komunitas adalah lewat media sosial. Buat media sosial perusahaan yang hidup dan interaktif, sehingga konsumen merasa mudah untuk mendapat bantuan atau menyampaikan keluhan. Penggunaan bahasa yang sesuai dengan target pasar juga sangat penting agar suasana akrab lebih terasa.

5. Gunakan HARO untuk Dapatkan Media Mention

Bagi yang sudah bergerak di startup cukup lama, pasti sudah tak asing lagi dengan HARO. Ini adalah kependekan dari Help A Reporter Out, yang merupakan formula ampuh dalam growth hacking. Singkatnya, HARO adalah sebuah platform yang kerap dipakai oleh startup untuk mempromosikan bisnisnya secara halus.

HARO juga berguna membantu wartawan untuk mengumpulkan jawaban terkait industri tertentu. Caranya mudah, bisnis startup hanya perlu menjawab beberapa pertanyaan terkait bisnis dengan jelas. Lewat HARO, sudah banyak startup yang berhasil menemukan audiens yang tepat.

6. Kirim Bonusan ke Pelanggan

Siapa yang bisa menolak gratisan? Sepertinya hampir tidak ada yang bisa menolak. Meski terkesan simpel, tapi hingga kini strategi freebies terbukti sangat efektif. Khususnya untuk menjalin hubungan yang baik antara perusahaan dengan pelanggan. Strategi ini juga dapat diterapkan pada konsumen baru maupun pelanggan setia.

Memberi produk gratisan pada konsumen baru atau bingkisan personal ke pelanggan setia membuat mereka merasa lebih diapresiasi. Menariknya lagi, biasanya para pelanggan yang terpuaskan ini tidak akan menyimpan ceritanya sendiri. Mereka akan merekomendasikan, minimal menceritakan, tentang gratisan ini ke keluarga dan teman-teman.

Bisa dibilang, dengan satu strategi ini, perusahaan juga bisa sekaligus mendapat manfaat dari marketing afiliasi. Produk gratisan memberi dampak psikologis yang positif ke konsumen. Saat akan membeli produk, brand kita akan lebih diingat karena sudah pernah dapat bonus.

7. Kerja Sama dengan Influencers

Cara mengaplikasikan growth hacking agar lebih menguntungkan bisnis adalah bekerja sama dengan para influencers. Bahkan bisa dibilang cara ini adalah yang paling sempurna saat ini. Hampir semua orang punya media sosial dan tak sedikit yang mengikuti orang yang diidolakan di media sosial. Apa pun aktivitas si idola pasti diikuti.

Jadi kalau influencers mempromosikan suatu brand, peluang brand tersebut terjual jadi lebih besar. Apalagi kalau influencer tersebut punya banyak followers. Cara ini sudah pasti efektif untuk memperluas audiens. Tapi dalam memilih influencer harus diperhatikan juga agar sejalan dengan brand.

Jadi tak hanya sekedar memilih influencer yang punya banyak followers saja. Tapi pastikan pilih influencer yang sesuai dengan brand dan punya followers yang sesuai dengan target pasar bisnis Anda. Dengan begitu, kerja sama tak akan sia-sia.

8. Manfaatkan Tren Terbaru

Riset terhadap pasar menjadi salah satu tugas growth hacker yang harus dilakukan secara berkala. Bukan hanya sesekali saja, karena dari sini growth hacker dapat mengetahui apa yang sedang dibutuhkan pasar. Apa yang sedang tren saat itu? Dengan begitu, perusahaan pun dapat menyesuaikan diri dengan tren yang terbaru agar tidak ketinggalan jaman.

Apa gunanya? Strategi growth hacking dengan memanfaatkan tren terbaru menjadikan bisnis kita tetap relevan dengan jaman. Perusahaan pun dapat merancang kampanye yang lebih sesuai tren. Kampanye yang ketinggalan jaman cenderung kurang mendapat perhatian. Sedangkan kampanye yang sesuai dengan tren terbaru, dapat menarik audiens yang lebih luas. Startup pun akan lebih diingat.

Sudah siap mengaplikasikan growth hacking di bisnis startup Anda? Atau masih harus menggalinya lebih dalam lagi agar dapat memanfaatkannya dengan optimal? Mari baca dulu artikel lainnya yang membahas lengkap tentang growth hacking di website Pipeline.

In God, We Trust.
In Data, We Plan.

We use our data-driven approach to analyze and predict your user’s needs, wants and future behavior. This insight helps us plan and execute personalized marketing strategies for the highest possible ROI for your business.
Free Consultation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pipeline Buzz
Centennial Tower 29th Fl. Unit D-F, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 24-25, Jakarta 12930
Pipeline adalah agensi pemasaran pertumbuhan untuk startup yang memprioritaskan data, teknologi, dan pengukuran dalam setiap aktivitas pemasaran, sehingga perusahaan dapat melakukan perbaikan yang berkelanjutan yang mengarah pada pertumbuhan bisnis yang signifikan.
crossmenuchevron-down