Free Consultation

Kenali Perbedaan Antara Konsep Marketing Mix 7P dan 4P!

September 30, 2022  •    •  Arvhi Mega Utami

Dalam menjalankan sebuah usaha, jelas diperlukan konsep strategi pemasaran yang tepat untuk mendapatkan keuntungan. Dengan semakin luasnya strategi dan media yang dapat digunakan untuk pemasaran, maka perusahaan dapat menerapkan strategi pemasaran yang menggabungkan beberapa elemen dalam satu waktu. Inilah yang disebut sebagai konsep strategi marketing mix atau konsep bauran pemasaran.

Istilah marketing mix pertama kali diperkenalkan oleh seorang profesor marketing Harvard University bernama Neil Borden. Di tahun 1948, Neil terinspirasi dari jurnal yang dibuat koleganya, Profesor. James Culliton. Pada dasarnya, marketing mix adalah strategi dari kombinasi beberapa macam aktivitas marketing agar tercapai hasil yang memuaskan untuk kemajuan perusahaan.

Perbedaan Konsep 7P dan 4P

Dalam perkembangannya, konsep marketing mix dikenal sebagai 4P yang terdiri dari 4 gabungan elemen. Lalu konsep ini ditambahkan lagi oleh Booms dan Bitner menjadi 7 elemen yang disebut dengan marketing mix 7P. Sebenarnya apa perbedaan marketing mix 4P dan 7P? Temukan info lengkapnya di sini!

Konsep 4P

marketing mix 4p

Bagi yang belum pernah mendengar konsep ini sebelumnya, pasti bertanya-tanya: apa itu marketing mix 4P? Ini adalah konsep pemasaran dengan 4 elemen utama, yaitu Product, Price, Place, dan Promotion. Supaya lebih paham lagi, berikut ini penjelasan keempat elemennya:

Product (Produk/Jasa)

Setiap bisnis pasti menawarkan penjualan berupa produk atau jasa. Produk merupakan apa saja yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan seseorang. Penting bagi setiap perusahaan untuk menghadirkan produk dan jasa yang dibutuhkan pasar. Hal tersebut otomatis juga membutuhkan permintaan pasar yang menjadi faktor terpenting. Sebelum mulai proses produksi, sebuah bisnis harus melakukan riset terlebih dahulu, apa produk yang sesuai dan produk yang dibutuhkan oleh pasar. Dari riset inilah dapat diambil kesimpulan apa yang bisa kita tawarkan sebagai solusi.

Tanpa riset yang menyeluruh, banyak usaha yang gagal mengembangkan dan menjual produk yang ditawarkan. Karena itu, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab saat riset, yaitu:

  1. Apa masalah yang sedang dihadapi calon konsumen?
  2.  Produk apa yang dapat kita tawarkan sebagai solusi?
  3. Apa keunikan produk kita?
  4. Bagaimana produk tersebut akan digunakan oleh konsumen?

Dengan menjawab keempat pertanyaan di atas, diharapkan perusahaan dapat menghasilkan produk yang objektif karena sesuai dengan kebutuhan pasar, sehingga banyak konsumen yang memutuskan membeli produk.

Price (Harga)

Harga produk umumnya ditentukan dari berapa modal yang dikeluarkan produsen agar konsumen dapat menggunakan produk tersebut. Selain itu, harga juga ditentukan dari memperhatikan harga pasar. Ini sangat penting, karena harga yang terlalu berbeda dari pasar tidak akan baik untuk bisnis kamu dan bisnis pesaing.

Sebagai contoh penerapannya, kamu mematok harga yang terlalu rendah untuk menarik minat konsumen, ini akan membahayakan keberlangsungan bisnis. Di awal peminatnya mungkin banyak, tapi sudah dipastikan kamu mengalami kerugian dan tentunya hal tersebut juga merusak harga pasar. Sebaliknya, harga yang terlalu tinggi biasanya membuat pelanggan kurang berminat.

Solusi yang tepat adalah menemukan titik yang tepat. Jadi, pelanggan tetap memiliki minat untuk membeli produk dan tidak keberatan dengan harganya. Bisnis kamu pun bisa tetap berjalan karena balik modal dan aktivitas operasional dapat berjalan lancar.

Place (Tempat)

Yang dimaksud place adalah lokasi fisik di mana bisnis berlangsung. Ini termasuk kantor pusat, kantor cabang, pabrik, gudang, toko fisik, hingga toko cabang. Ada perusahaan yang menempatkan kantor pusat, gudang dan pabrik, bahkan toko fisik dalam satu lokasi. Tapi ada juga yang terpisah-pisah dan lebih memilih lokasi sesuai kebutuhan. Biasanya disesuaikan juga dengan modal yang dimiliki.

Konsep place yang telah di jelaskan adalah konsep tradisional. Bicara place masa kini sudah termasuk tempat berjualan yang ada di internet. Ini termasuk media sosial, website toko online, hingga berbagai marketplace online.

Promotion (Promosi)

Promosi adalah aktivitas untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan produk. Inilah elemen marketing mix yang paling banyak dikenal dan dianggap sangat penting. Cara berpromosi sangat variatif, setiap perusahaan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan, target pasar dan modal.

Zaman dahulu, memasarkan produk biasa dilakukan di koran, majalah, TV dan radio. Saat ini, berpromosi dapat dilakukan di media sosial, website, digital ads, hingga podcast. Di masa sekarang, kamu dapat menggunakan manfaat teknologi untuk melakukan promosi dengan mudah. Banyak perusahaan yang fokus pada content marketing. Mereka membuat konten berkualitas dan menggaet influencer untuk mempromosikan brand sekaligus produknya.

Konsep 7P

marketing mix 7p

Setelah mengetahui marketing mix 4P, selanjutnya apa itu marketing mix 7P? Saat ini, konsep yang banyak dikenal adalah marketing mix 7P, karena pada dasarnya, konsep 7P ini merupakan sebuah perkembangan konsep 4P. Jadi keempat elemen di atas ditambahkan dengan 3 elemen lainnya yaitu People, Process, dan Physical Evidence. Berikut ini penjelasan terkait ketiga elemen tersebut:

People (Sumber Daya Manusia)

Sumber daya manusia jelas sangat penting bagi berjalannya sebuah bisnis. Mulai dari pemilik, direktur, hingga staf, semuanya termasuk SDM. Perusahaan saat ini makin banyak yang menyadari bahwa SDM yang berkualitas adalah aset penting bagi perusahaan dan harus dipertahankan.

Karena itu, proses rekrutmen yang dijalankan dengan tepat sangatlah penting. Dari sini, perusahaan bisa mendapatkan tenaga yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Sebaliknya, rekrutmen yang dilakukan tanpa perencanaan, dapat berakibat pada kerugian finansial. Kalau karyawan keluar masuk, ini tak hanya menghabiskan tenaga, tapi juga biaya.

Process (Proses)

Yang dimaksud proses adalah pengalaman konsumen sejak awal mengenal produk kita sampai akhirnya memutuskan melakukan pembelian. Tiap konsumen mungkin saja mengalami pengalaman yang berbeda-beda. Ada yang mengenal produk kita dari media sosial, ada juga yang melihatnya dari digital ads. Sedangkan yang lain melihatnya di TV atau disarankan oleh teman.

Penting bagi perusahaan untuk mengetahui proses ini. Dari sini, bisnis dapat mengetahui promosi apa yang paling berhasil bagi mereka dan promosi mana yang kurang berhasil. Jadi ke depannya dapat meningkatkan performa dari sini.

Physical Evidence (Bukti Fisik Perusahaan)

Komponen marketing mix yang terakhir adalah Physical Evidence. Bukti fisik ini menunjukkan keberadaan perusahaan. Misalnya brosur, logo perusahaan, dan souvenir. Tapi sebenarnya pengertian physical evidence kini sudah berkembang. Tak hanya terbatas pada produk fisik yang bisa dipegang saja, tetapi juga termasuk kontak di mana konsumen dapat mengakses perusahaan. Sebagai contoh, nomor telepon, akun media sosial, email, dan website resmi termasuk dalam bukti fisik perusahaan.

Nah, sekarang kamu memahami konsep marketing mix dan perbedaan antara keduanya kan? Jangan berhenti belajar di sini, kami masih banyak pembahasan menarik seputar growth marketing, teknologi terbaru, dunia bisnis dan masih banyak lagi di Pipeline Blog!

In God, We Trust.
In Data, We Plan.

We use our data-driven approach to analyze and predict your user’s needs, wants and future behavior. This insight helps us plan and execute personalized marketing strategies for the highest possible ROI for your business.
Free Consultation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pipeline Buzz
Centennial Tower 29th Fl. Unit D-F, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 24-25, Jakarta 12930
Pipeline adalah agensi pemasaran pertumbuhan untuk startup yang memprioritaskan data, teknologi, dan pengukuran dalam setiap aktivitas pemasaran, sehingga perusahaan dapat melakukan perbaikan yang berkelanjutan yang mengarah pada pertumbuhan bisnis yang signifikan.
crossmenuchevron-down