
Berbicara soal marketing dan lead generation seperti tidak pernah ada habisnya. Sama seperti teknologi, strategi pemasaran dan pengumpulan leads bersifat dinamis atau selalu berkembang seiring dengan berubahnya tren pasar dan konsumen. Jika sebelumnya konsep service marketing dan service marketing triangle sudah dibahas dan cukup menarik perhatian, terdapat satu konsep pemasaran serupa yang tidak kalah jitu serta banyak digunakan oleh perusahaan yaitu service marketing mix atau bauran pemasaran jasa, yang juga berperan penting dalam strategi lead generation.
Dari namanya, dapat diprediksi bahwa sistem pemasaran ini masih mengacu pada kepuasan pelanggan sebagai pijakannya, sekaligus menjadi dasar untuk menarik dan mengonversi prospek menjadi leads. Hanya saja, dalam prakteknya service marketing mix menggunakan kombinasi berbagai bentuk variabel pemasaran agar target marketing dan lead generation dapat tercapai.
Kira-kira variabel apa saja yang dimaksud dan manfaat seperti apa yang dapat diperoleh dengan mengaplikasikan cara ini dalam konteks pemasaran dan lead generation?
Service marketing mix adalah strategi pemasaran yang menggabungkan beberapa elemen di dalamnya secara terpadu demi mencapai tujuan marketing pasar yang telah ditargetkan, termasuk mengoptimalkan proses lead generation. Konsep pemasaran ini pertama kali diperkenalkan oleh Neil Borden, seorang profesor marketing dari Harvard pada tahun 1948.
Walaupun merupakan strategi pemasaran yang cukup lama ditemukan– namun efektifitas yang diberikan rupanya tidak lekang oleh waktu sehingga sampai sekarang metode ini masih digunakan oleh banyak perusahaan untuk meningkatkan penjualan dan menghasilkan leads berkualitas.
Dulunya, service marketing mix menggunakan teknik 4P (Product, Place, Price, Promotion) dalam menjalankan pemasaran barang ataupun jasa. Pada saat itu, teknik 4P ini dianggap cukup sukses dan membawa keuntungan yang besar bagi perusahaan. Namun, karena perubahan tren pasar dan kondisi konsumen yang juga ikut berkembang, maka konsep tersebut ikut bermetamorfosis menjadi 7P dengan 7 variabel yaitu Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence. Setiap elemen ini memiliki peran penting dalam menciptakan


